System Design 2: A Framework For System Design Interviews
Pendahuluan
Kamu baru saja mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti wawancara langsung di perusahaan impianmu. The hiring coordinator mengirimkan jadwal untuk hari itu. Scanning down the list, semuanya terasa baik-baik saja—sampai matamu tertuju pada satu sesi: Wawancara Sistem Design 😲
Wawancara sistem design sering kali terasa menakutkan. Pertanyaannya bisa sesederhana: “Bagaimana cara merancang produk X yang sudah terkenal?”. Namun, meskipun terdengar sederhana, pertanyaannya cenderung ambigu dan cakupannya sangat luas. Kekhawatiranmu bisa dimaklumi. Bagaimana mungkin seseorang dapat merancang produk terkenal hanya dalam satu jam, padahal butuh ratusan, bahkan ribuan, insinyur untuk membangunnya?
Kabar baiknya, tidak ada yang mengharapkan kamu benar-benar merancang real world system dalam waktu satu jam. Sistem yang ada di dunia nyata sangat kompleks. Sebagai contoh, Google Search terlihat sederhana, tetapi teknologi di balik kesederhanaan itu sangat luar biasa. Jika tidak ada yang mengharapkanmu untuk membangun sistem yang sebenarnya dalam satu jam, lalu apa tujuan dari wawancara sistem design?
Tujuan Sytem Design Interview
Sesi ini dirancang untuk mensimulasikan proses real-life problem solving, di mana dua rekan kerja berkolaborasi menghadapi sebuah tantangan yang ambigu dan mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Masalah yang diberikan bersifat open-ended, dan tidak ada jawaban yang benar atau sempurna.
Yang lebih penting dari hasil akhir adalah bagaimana proses berpikirmu dalam merancang sistem tersebut. Kamu harus mampu menunjukkan keahlian desain, menjelaskan pilihan desainmu, serta merespons feedback dengan cara yang konstruktif.
Sekarang, mari kita balik perspektif dan melihat dari sudut pandang pewawancara. Apa yang ada dalam pikirannya saat ia masuk ke ruang wawancara untuk bertemu denganmu?
Apa yang Dicari Pewawancara dalam Wawancara Sistem Design?
Tujuan utama pewawancara adalah menilai kemampuanmu secara akurat. Hal terakhir yang mereka inginkan adalah memberikan evaluasi yang tidak jelas karena wawancara berjalan buruk dan tidak ada cukup informasi untuk menilaimu.
Banyak orang berpikir bahwa wawancara sistem design hanya menguji kemampuan teknis dalam merancang sistem. Namun, wawancara ini mencerminkan lebih dari sekadar keterampilan teknis.
Seorang kandidat yang baik harus menunjukkan: ✅ Kemampuan berkolaborasi dengan baik ✅ Bekerja di bawah tekanan ✅ Mengatasi ketidakjelasan dengan pendekatan yang logis ✅ Mengajukan pertanyaan yang tepat – pewawancara sering kali memperhatikan aspek ini dengan cermat
Selain mencari keunggulan, pewawancara juga mencari red flag (tanda bahaya). Salah satu kesalahan umum adalah over-engineering—di mana seorang insinyur terlalu terobsesi dengan kesempurnaan desain tanpa mempertimbangkan kompromi yang diperlukan. Mereka sering tidak menyadari bahwa sistem yang terlalu kompleks bisa menimbulkan biaya besar bagi perusahaan.
Kamu pasti tidak ingin menunjukkan kecenderungan ini dalam wawancara. Red flag lainnya termasuk pemikiran yang sempit, keras kepala, atau tidak bisa menerima kritik dengan baik.
Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa tips berguna dan pengenalan strategi untuk menghadapi wawancara sistem design dengan lebih percaya diri. 🚀
4 Langkah untuk Wawancara Sistem Design yang Efektif
Setiap system design interview itu unik. Tidak ada satu formula yang bisa diterapkan untuk semua kasus. Namun, ada langkah-langkah umum yang perlu dilakukan dalam setiap wawancara sistem design.
Langkah 1 - Pahami Masalah dan Tentukan Ruang Lingkup Desain
"Kenapa harimau mengaum?"
Seorang anak langsung mengangkat tangan di belakang kelas. "Ya, Jimmy?" tanya guru. "Karena dia LAPAR!" "Bagus sekali, Jimmy."
Sejak kecil, Jimmy selalu menjadi anak pertama yang menjawab pertanyaan di kelas. Setiap kali guru bertanya, selalu ada satu anak yang ingin mencoba menjawab, entah dia tahu jawabannya atau tidak. Itulah Jimmy.
Jimmy adalah murid yang cerdas. Ia bangga bisa menjawab semua pertanyaan dengan cepat. Saat ujian, dia selalu menjadi yang pertama menyelesaikan soal. Guru pun sering memilihnya untuk mewakili sekolah dalam kompetisi akademik.
Jangan jadi seperti Jimmy dalam wawancara sistem design.
Dalam wawancara ini, menjawab dengan cepat tanpa berpikir matang tidak akan memberi nilai tambah. Justru, memberikan jawaban tanpa memahami kebutuhan dengan baik adalah tanda bahaya besar. Wawancara ini bukan kuis pengetahuan umum yang memiliki jawaban pasti.
Jadi, jangan langsung memberikan solusi. Tenangkan diri, berpikir dengan cermat, dan ajukan pertanyaan untuk memperjelas kebutuhan dan asumsi. Ini adalah langkah yang sangat penting.
Sebagai engineer, kita memang terbiasa menyelesaikan masalah kompleks dan ingin segera masuk ke tahap desain akhir. Namun, pendekatan seperti ini bisa membuat kita merancang sistem yang salah. Salah satu keterampilan paling penting sebagai engineer adalah mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, membuat asumsi yang logis, dan mengumpulkan semua informasi yang diperlukan sebelum membangun sistem. Jangan ragu untuk bertanya!
Ketika kamu mengajukan pertanyaan, pewawancara bisa langsung memberikan jawaban atau meminta kamu membuat asumsi sendiri. Jika yang terjadi adalah yang kedua, tuliskan asumsi tersebut di papan tulis atau kertas—karena bisa berguna nanti.
Pertanyaan yang Harus Diajukan
Kamu harus bertanya untuk memahami kebutuhan dengan jelas. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu gunakan:
🔹 Fitur apa saja yang perlu kita bangun? 🔹 Berapa jumlah pengguna produk ini? 🔹 Seberapa cepat perusahaan ingin sistem ini bisa berkembang? Bagaimana perkiraan skalanya dalam 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun ke depan? 🔹 Teknologi apa yang saat ini digunakan oleh perusahaan? Apakah ada layanan yang bisa dimanfaatkan untuk menyederhanakan desain?
Contoh Percakapan dalam Wawancara
Misalkan kamu diminta untuk merancang sistem news feed (mirip dengan Twitter atau Facebook). Kamu bisa mengajukan pertanyaan seperti berikut:
Kandidat: Apakah ini aplikasi mobile? Atau aplikasi web? Atau keduanya? Pewawancara: Keduanya.
Kandidat: Fitur apa yang paling penting untuk produk ini? Pewawancara: Kemampuan untuk membuat postingan dan melihat news feed teman.
Kandidat: Apakah news feed diurutkan berdasarkan waktu mundur (reverse chronological) atau ada algoritma khusus? Pewawancara: Untuk menyederhanakan, mari kita asumsikan diurutkan berdasarkan waktu mundur.
Kandidat: Berapa jumlah maksimal teman yang bisa dimiliki oleh satu pengguna? Pewawancara: 5000 teman.
Kandidat: Berapa volume trafik harian yang diharapkan? Pewawancara: 10 juta pengguna aktif harian (DAU - Daily Active Users).
Kandidat: Apakah feed hanya berisi teks, atau bisa juga menampilkan gambar dan video? Pewawancara: Feed bisa berisi media, termasuk gambar dan video.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat membantu untuk memahami kebutuhan sistem dan menghindari ambiguitas. Semakin jelas pemahamanmu tentang masalah, semakin baik desain yang bisa kamu buat. 🚀
Langkah 2 - Usulkan High Level Design dan Dapatkan Persetujuan
Pada tahap ini, tujuan kita adalah mengembangkan high level design dan mencapai kesepakatan dengan pewawancara mengenai desain tersebut. Kolaborasi dengan pewawancara adalah kunci sukses di tahap ini.
Pendekatan yang Bisa Dilakukan
✅ Buat sketsa awal desain. Jangan ragu untuk meminta masukan. Anggap pewawancara sebagai rekan satu tim dan ajak mereka berdiskusi. Banyak pewawancara yang senang terlibat dalam proses ini.
✅ Gambarkan diagram komponen utama di papan tulis atau kertas. Diagram ini bisa mencakup:
Client (Mobile/Web)
API
Web Server
Data Store (Database)
Cache
CDN
Message Queue
Dan lainnya sesuai kebutuhan
✅ Lakukan perhitungan kasar (back-of-the-envelope calculations) untuk mengevaluasi apakah desain ini bisa menangani skala yang dibutuhkan. Jika perlu, diskusikan dengan pewawancara sebelum melakukannya.
Jika memungkinkan, coba bahas beberapa use case nyata. Ini akan membantu membentuk desain tingkat tinggi yang lebih solid serta mengungkap edge case yang mungkin terlewatkan.
Haruskah kita membahas endpoint API dan skema database di tahap ini?
Jika masalah yang diberikan berskala besar (misalnya "Rancang mesin pencari Google"), membahas API dan database di tahap ini terlalu detail.
Jika masalahnya lebih spesifik (misalnya "Rancang backend untuk permainan poker multi-pemain"), maka ini sah-sah saja. Pastikan untuk berdiskusi dengan pewawancara.
Contoh: Desain Sistem News Feed
Sebagai contoh, mari gunakan skenario "Rancang sistem news feed" untuk menunjukkan pendekatan desain tingkat tinggi. Kamu tidak perlu memahami cara kerja sistem secara detail dulu, karena semua detail akan dijelaskan di bab berikutnya.
Secara umum, desain sistem ini bisa dibagi menjadi dua aliran utama:
1️⃣ Feed Publishing (Penerbitan Feed)
Saat pengguna membuat postingan, data akan disimpan ke dalam cache/database.
Postingan tersebut akan didistribusikan ke news feed teman-temannya.
2️⃣ News Feed Building (Pembangunan News Feed)
News feed dibangun dengan mengumpulkan postingan dari teman-teman pengguna.
Urutan feed disusun berdasarkan waktu mundur (reverse chronological order).


Langkah 3 - Pembahasan Mendalam Desain (Design Deep Dive)
Pada tahap ini, kamu dan pewawancara seharusnya sudah mencapai beberapa tujuan berikut:
✅ Sepakat tentang tujuan utama dan cakupan fitur ✅ Membuat sketsa desain tingkat tinggi ✅ Mendapatkan masukan dari pewawancara terkait desain awal ✅ Mengidentifikasi area yang perlu dieksplorasi lebih dalam berdasarkan masukan pewawancara
Fokus pada Komponen Kunci
Di tahap ini, kamu akan bekerja sama dengan pewawancara untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan komponen utama dalam arsitektur sistem.
Penting untuk diingat: Setiap wawancara sistem desain berbeda. 🔹 Kadang, pewawancara lebih suka membahas desain tingkat tinggi. 🔹 Untuk kandidat senior, wawancara bisa berfokus pada karakteristik performa sistem, seperti bottleneck dan estimasi sumber daya. 🔹 Dalam banyak kasus, pewawancara mungkin ingin kamu menganalisis lebih dalam komponen tertentu dalam sistem.
Contoh pendekatan deep dive untuk beberapa sistem:
URL Shortener → Fokus pada desain fungsi hash untuk mengonversi URL panjang menjadi pendek.
Sistem Chat → Bagaimana cara mengurangi latensi dan mendukung status online/offline secara efisien?
Manajemen Waktu Itu Penting ⏳
Mudah sekali terjebak dalam detail teknis yang berlebihan, padahal hal tersebut tidak selalu menunjukkan kemampuanmu dalam mendesain sistem yang scalable.
🚫 Jangan terlalu fokus pada detail yang tidak relevan! Contohnya, menjelaskan algoritma EdgeRank Facebook secara mendalam dalam wawancara sistem desain bukan ide yang baik, karena memakan banyak waktu tanpa menunjukkan kemampuan desain arsitektur sistem yang scalable.
Contoh: News Feed System
Pada tahap ini, kita telah membahas desain tingkat tinggi sistem news feed, dan pewawancara puas dengan proposal yang diberikan.
📌 Selanjutnya, kita akan mendalami dua use case utama: 1️⃣ Feed Publishing (Saat pengguna membuat postingan) 2️⃣ News Feed Retrieval (Saat pengguna melihat news feed)
📊 Gambar dibawah akan menampilkan desain mendalam untuk kedua use case ini.


Langkah 4 - Penutupan (Wrap Up)
Di tahap terakhir ini, pewawancara mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan lanjutan atau membiarkan kamu menambahkan poin tambahan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:
1️⃣ Identifikasi Bottleneck dan Perbaikan Potensial
Pewawancara mungkin ingin kamu mengidentifikasi bottleneck dalam sistem dan membahas kemungkinan peningkatannya. 🚫 Jangan pernah mengatakan desainmu sudah sempurna—selalu ada ruang untuk perbaikan! 🔥 Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan pola pikir kritis dan meninggalkan kesan positif.
2️⃣ Berikan Rekap Desainmu
Jika kamu sudah mengusulkan beberapa solusi, beri rekap singkat agar pewawancara bisa mengingat poin-poin penting. Ini sangat berguna terutama setelah diskusi panjang.
3️⃣ Bahas Kasus Error (Server Failure, Network Loss, dll.)
Diskusi tentang bagaimana sistem menangani kegagalan (server crash, kehilangan jaringan, dll.) bisa menjadi poin menarik.
4️⃣ Bahas Operasional Sistem
📊 Bagaimana sistem dipantau? 🚀 Bagaimana cara menangani deployment dan rolling update? 📉 Bagaimana cara menangani logging dan debugging?
5️⃣ Skala ke Level Berikutnya
Jika desain saat ini mendukung 1 juta pengguna, bagaimana cara meningkatkannya agar bisa menangani 10 juta pengguna? Diskusi tentang skalabilitas sering menjadi nilai tambah.
6️⃣ Usulkan Perbaikan Jika Ada Waktu Lebih
Jika waktu memungkinkan, sebutkan beberapa penyempurnaan yang bisa dilakukan jika ada lebih banyak waktu.
✅ Hal yang Harus Dilakukan (Dos)
✔ Selalu minta klarifikasi sebelum berasumsi. ✔ Pahami kebutuhan masalah sebelum mendesain solusi. ✔ Tidak ada jawaban yang benar atau terbaik—desain untuk startup kecil akan berbeda dengan perusahaan besar dengan jutaan pengguna. ✔ Komunikasikan pemikiranmu dengan pewawancara. Jangan berpikir dalam diam! ✔ Usulkan beberapa pendekatan jika memungkinkan. ✔ Setelah sepakat tentang desain tingkat tinggi, masuk ke detail komponen satu per satu, mulai dari yang paling kritis. ✔ Gunakan pewawancara sebagai partner diskusi—interviewer yang baik akan berperan sebagai rekan tim. ✔ Jangan menyerah!
❌ Hal yang Harus Dihindari (Don’ts)
🚫 Jangan datang tanpa persiapan untuk pertanyaan wawancara sistem desain. 🚫 Jangan langsung melompat ke solusi tanpa memahami kebutuhan dan asumsi. 🚫 Jangan terlalu fokus pada satu komponen di awal diskusi—berikan gambaran besar dulu, baru masuk ke detail. 🚫 Jika terjebak, jangan ragu untuk meminta petunjuk. 🚫 Jangan berpikir dalam diam—komunikasikan pemikiranmu dengan pewawancara. 🚫 Jangan menganggap wawancara selesai setelah menjelaskan desain. Kamu belum selesai sampai pewawancara mengatakan demikian! Minta feedback secara berkala.
Pembagian Waktu Ideal (Dalam Wawancara 45 Menit)
Wawancara sistem desain selalu luas, dan biasanya 45-60 menit tidak cukup untuk membahas semuanya. Manajemen waktu sangat penting! Berikut adalah panduan umum:
Tahap
Durasi
1️⃣ Pahami masalah & tentukan scope
3 - 10 menit
2️⃣ Usulkan desain tingkat tinggi & dapatkan persetujuan
10 - 15 menit
3️⃣ Pembahasan mendalam (Deep Dive)
10 - 25 menit
4️⃣ Penutupan (Wrap Up)
3 - 5 menit
⚡ Catatan: Ini hanya estimasi kasar. Pembagian waktu bisa berubah tergantung pada cakupan masalah dan kebutuhan pewawancara.
Last updated