Adapter Pattern di Go

Keunggulan Adapter Pattern:

  1. Interoperability - Memungkinkan integrasi dengan library/API third-party yang memiliki interface berbeda

  2. Consistency - Menyediakan interface yang konsisten untuk berbagai implementasi

  3. Maintainability - Mudah mengganti provider tanpa mengubah business logic

  4. Testability - Interface yang seragam memudahkan unit testing dan mocking

Real-world Use Cases:

  1. Database Abstraction - Menggabungkan MySQL, PostgreSQL, MongoDB dengan interface seragam

  2. Payment Gateways - Integrasi Stripe, PayPal, Midtrans, dll dengan API yang sama

  3. Logging Libraries - Menggunakan Logrus, Zap, atau standard log dengan interface konsisten

  4. Cloud Storage - AWS S3, Google Cloud Storage, Azure Blob dengan API unified

  5. Message Queues - RabbitMQ, Kafka, Redis Pub/Sub dengan interface sama

Best Practices:

  1. Interface Segregation - Buat interface yang focused dan tidak terlalu besar

  2. Error Handling - Standardkan error handling di adapter layer

  3. Configuration - Pisahkan konfigurasi dari business logic

  4. Testing - Buat mock adapter untuk unit testing

  5. Documentation - Dokumentasikan mapping antara target interface dan adaptee methods

Pattern ini sangat berguna ketika harus mengintegrasikan multiple third-party services dengan interface yang berbeda-beda, tapi ingin mempertahankan konsistensi dalam application layer.

Last updated